<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326</id><updated>2012-02-16T08:45:56.670-08:00</updated><category term='sunat rawatib'/><category term='syariat islam'/><category term='islam di aceh'/><category term='shalat rawatib'/><category term='tata cara sholat sunat'/><category term='sholat sunat rawatib'/><category term='cara sholat sunat'/><category term='doa ibadah haji'/><category term='syariat'/><category term='solat rawatib'/><category term='hukum menurut islam'/><category term='hukum hukum islam'/><category term='sunnah rawatib'/><category term='hukum islam'/><category term='menunaikan ibadah haji'/><category term='biaya ibadah haji'/><category term='rawatib'/><category term='doa sholat sunat'/><category term='ibadah haji dan'/><category term='syariat dalam islam'/><category term='contoh sholat-sholat sunat'/><category term='sholat sunat awwabin'/><category term='syariat hukum islam'/><category term='sumber hukum islam'/><category term='sholat rawatib'/><category term='syariat islam indonesia'/><category term='cara ibadah haji'/><category term='sholat sunat'/><category term='hukum dalam islam'/><category term='hukum syariat islam'/><category term='ibadah haji'/><category term='hukum dan islam'/><category term='macam sholat sunat'/><title type='text'>Artikel Ilmu Fiqih</title><subtitle type='html'>Tempat Belajar Ilmu Fiqih</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-7140001379509628150</id><published>2010-03-10T19:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:36:29.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biaya ibadah haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara ibadah haji'/><title type='text'>Haji</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S5hn8EDbOSI/AAAAAAAABJQ/0dGwoPlcUQg/s1600-h/20091227Kabah+haji+khabib.net.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S5hn8EDbOSI/AAAAAAAABJQ/0dGwoPlcUQg/s200/20091227Kabah+haji+khabib.net.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447218030882535714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haji (Bahasa Arab: حج‎, Hajj) adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. [1]  Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang ibadah haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. [2]  Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim  (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ibadah haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Diantara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.[3][1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.&lt;br /&gt; * Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.&lt;br /&gt; * Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ibadah haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.&lt;br /&gt; * 8 Dzulhijjah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.&lt;br /&gt; * 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.&lt;br /&gt; * 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).&lt;br /&gt; * 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.&lt;br /&gt; * 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.&lt;br /&gt; * Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makkah Al Mukaromah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka'bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muzdalifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan kegiatan dalam masjid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat bersejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkiut ini adalah tempat-tempat bersejarah, yang meskipun bukan rukun haji, namum biasa dikunjungi oleh para jemaah haji atau peziarah lainnya[4]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Nur dan Gua Hira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Tsur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Rahmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam as dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir pada Nabi Muhammad saw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabal Uhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad saw. Kecintaan Rasulullah saw pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Baqi'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisan [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Qiblatain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad saw melakukan shalat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat shalat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman tragedi ibadah haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.&lt;br /&gt; * 4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu.&lt;br /&gt; * 31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 diantaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.&lt;br /&gt; * 10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan didalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.&lt;br /&gt; * 15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.&lt;br /&gt; * 2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas kebanyakan dari Asia akibat terperangkap didalam terowongan Mina.&lt;br /&gt; * 24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.&lt;br /&gt; * 7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina.&lt;br /&gt; * 15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan nafas karena terjebak didalam kebakaran tenda di Mina.&lt;br /&gt; * 9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh.&lt;br /&gt; * 5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.&lt;br /&gt; * 11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam diantaranya wanita.&lt;br /&gt; * 1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.&lt;br /&gt; * 23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.&lt;br /&gt; * 5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.&lt;br /&gt; * 12 Jan 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai shalat dzuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Istilah Haji pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, bermakna "raja bawahan". Dalam kesusastraan Jawa Baru, istilah Haji  atau Aji masih tetap bermakna "raja".&lt;br /&gt; * Adapun bahasa Jawa untuk Hajj (rukun Islam) adalah Kaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :www.id.wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-7140001379509628150?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/7140001379509628150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/03/haji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/7140001379509628150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/7140001379509628150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/03/haji.html' title='Haji'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S5hn8EDbOSI/AAAAAAAABJQ/0dGwoPlcUQg/s72-c/20091227Kabah+haji+khabib.net.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-8368941075398482081</id><published>2010-01-31T00:31:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:37:11.437-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shalat rawatib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rawatib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunat rawatib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='solat rawatib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah rawatib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat rawatib'/><title type='text'>Sholat Sunat Rawatib</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Solat Sunat Rawatib ialah solat sunat yang mengiringi solat-solat fardu lima waktu. Solat ini amat digalakkan oleh Islam dan selalu diamalkan dan dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. Solat Sunat Rawatib berfungsi sebagai pelengkap ataupun tambahan untuk menampung supaya apa-apa kekurangan ataupun cela yang berlaku semasa mengerjakan solat-solat fardu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Solat Sunat Rawatib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat Sunat Rawatib ini adalah satu sunat muakkad, iaitu yang amat dituntut dan digalakkan. Solat Sunat Rawatib adalah sebagai sunat tambahan yang bertujuan menyempurnakan apa-apa kecelaan ataupun kekurangan yang terdapat dalam solat fardu pengamal. Solat sunat Rawatib ini dituntut ke atas orang Islam yang mukallaf dan dilakukan secara rela hati serta kemahuan sendiri dan apabila dilakukan dijanjikan pahala dan ganjaran oleh Allah S.W.T. dan jika ditinggalkan pula tidak membawa kepada apa-apa dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat sunat Rawatib ini boleh dilakukan oleh sesiapa sahaja, termasuk golongan musafir yang mendirikan solat fardu secara qasar. Solat sunat Rawatib tidak didahului dengan azan ataupun iqamah. Solat sunat Rawatib ini juga didirikan secara bersendirian (munfarid),dan tidak didirikan secara berjemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalil Solat Sunat Rawatib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil menunaikan solat sunat Rawatib adalah hadis berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra berkata, "Aku menjaga 10 rakaat dari nabi SAW: 2 rakaat sebelum salat Zhuhur,2 rakaat sesudahnya,2 rakaat sesudah solat Maghrib, 2 rakaat sesudah solat Isyak dan 2 rakaat sebelum solat Subuh. (HR Muttafaqun 'alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidah 'Aisyah dalam hadis muttafaq 'alaih menyatakan: "Tidak ada nafilah, solat sunnah, yang sangat dijaga pelaksanaannya oleh Nabi Saw. melebihi dua rakaat fajar." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rawatib Qabliyyah dan Rawatib Ba’diyyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat sunat Rawatib terbahagi kepada dua jenis, iaitu Solat Sunat Rawatib Qabliyyah dan Solat Sunat Rawatib Ba’diyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat Sunat Rawatib Qabliyyah adalah solat sunat yang didirikan sebelum kita mendirikan solat fardu. Solat Sunat Rawatib Ba’diyyah pula didirikan selepas kita menunaikan solat fardu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sunnah Muakkad dan Sunnah Ghairu Muakkad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembahyang sunat Rawatib ini terbahagi kepada dua bahagian iaitu, Sunat Muakkad dan Sunat Ghairu Muakkad. Solat sunat Rawatib Muakkad amat besar fadilatnya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Solat sunat Rawatib Ghairu Muakkad kurang sedikit fadilatnya berbanding dengan solat sunat muakkad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat sunat Rawatib Muakkad amat dituntut oleh Islam dan diriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W. sentiasa menjaga 10 rakaat Solat Sunat Rawatib Muakkad ini terdiri dari :&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Muakkad Qabliyyah Sebelum Subuh&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Muakkad Qabliyyah Sebelum Zuhur&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Zuhur&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Maghrib&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Isyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat sunat Rawatib Ghairu Muakkad kurang sedikit fadilatnya dibandingkan dengan solat sunat muakkad tetapi pengamal tetap dijanjikan ganjaran apabila melakukan solat ini. Solat sunat Rawatib Ghairu Muakkad adalah solat sunat yang ada dikerjakan oleh Rasulullah S.A.W. pada waktu-waktu tertentu, tetapi di waktu yang lain baginda meninggalkannya. Solat sunat Rawatib Ghairu Muakkad terdiri daripada&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Zuhur&lt;br /&gt;dua rakaat Rawatib Ghairu Muakkad Ba’diyyah Setelah Zuhur&lt;br /&gt;empat rakaat Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Asar&lt;br /&gt;dua rakaat Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Maghrib&lt;br /&gt;dua rakaat Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Isyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rawatib Muakkad Qabliyyah Subuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sembahyang sunat Rawatib Muakkad Qabliyyah Subuh (sembahyang sunat dua rakaat sebelum menunaikan sembahyang fardu Subuh), adalah sunat untuk berbaring selepas mengerjakannya, dan juga adalah awla (lebih utama) untukberbaring secara mengiring di bahu kanan, dengan menghadapkan muka dan bahagian depan badan ke arah kiblat seperti mana keadaannya di dalam kubur, kerana ini akan lebih mengingatkan seseorang itu kepada kematian, lalu dia akan berusaha melakukan amalan-amalan soleh dan bersiap-sedia untuk menghadapi kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Rasulullah S.A.W. yang diriwayatkan daripada Aisyah r.a. : “Bahawasanya Nabi S.A.W. apabila selesai mengerjakan sembahyang sunat dua rakaat Fajar (Subuh), Baginda berbaring (mengiring) di atas bahu kanan Baginda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Asar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat sunat Ghairu Muakkad Qabliyyah boleh ditunaikan sama ada 2 rakaat dengan satu salam ataupun sebanyak 4 rakaat dengan 2 salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbahasan Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Maghrib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama berselisih pendapat mengenai solat 2 rakaat sebelum Maghrib. Ada ulama yang mengatakan bahawa tiada ada solat sunat sebelum solat fardu Maghrib. Ini diasaskan kepada larangan bahawa tidak ada pendirian solat selepas menunaikan fardu Asar sehingga masuk waktu Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ulama membolehkan solat Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Maghrib ini, berasaskan dalil berikut : Dari Abdullah bin Mughaffal Ra. ia berkata: Nabi SAW bersabda, “Di antara azan dan iqamah ada solat, di antara azan dan iqamah ada solat (kemudian di kali ketiga beliau berkata:) bagi siapa yang mau.” Beliau takut hal tersebut dijadikan oleh orang-orang sebagai keharusan. (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan satu hadis daripada Abdullah bin Mughaffal r.a. bahawa dia berkata, Nabi s.a.w bersabda; " Di antara azan dan iqamah itu ada sembahyang bagi sesiapa yang hendak melakukannya. Baginda s.a.w mengulanginya tiga kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat Abu Daud, “Solatlah kalian sebelum Maghrib dua rakaat.” Kemudian beliau bersabda, “Solatlah kalian sebelum Maghrib dua rakaat bagi yang mahu.” Beliau takut orang-orang akan menjadikannya solat sunnah. (Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga ulama yang berpendapat bahawa solat Qabliyyah Maghrib itu hukumnya tidak sunat. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Malik (pengasas mazhab Maliki). Bahkan ulama seperti Imam An-Nukha'i berpendapat bahawa solat Qabliyyah Maghrib itu bid'ah (baca kitab Syarah Sahih Muslim, Juz VI, halaman 123; dan kitab Nailul Authar, Juz I, halaman 407) Mereka berpendapat demikian, berdalil kepada sebuah hadis riwayat Ibnu Umar di bawah ini : Dari Thawus, ia berkata, "Ibnu Umar pernah ditanya tentang solat dua rakaat sebelum Maghrib. Beliau menjawab, "Saya tidak melihat seorangpun pada masa Rasulullah Saw. yang melakukannya. (Riwayat Abu Dawud; Kitab Sunan Abu Dawud, Juz II, halaman 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Mengerjakan Solat Sunat Rawatib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaannya, jemaah yang akan berubah tempat untuk menunaikan solat sunat Rawatib, walaupun jarak satu tapak dari tempat asal. Solat sunat Rawatib ini didirikan dalam dua rakaat dengan satu salam. Sekiranya jemaah mengerjakan solat sunat Rawatib 4 rakaat, maka solat itu didirikan dengan 2 kali salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Sebelum Subuh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahaja aku solat sunat Subuh dua rakaat kerana Allah Ta'ala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Muakkad Qabliyyah Sebelum Zuhur atau Solat Jumaat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahaja aku solat sunat sebelum Zohor , dua rakaat kerana Allah Ta'ala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Zuhur atau Solat Jumaat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahaja aku Solat Sunat Selepas Zohor dua rakaat kerana Allah Ta'ala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Sebelum Asar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahaja aku solat sunat Asar dua rakaat kerana Allah Ta'ala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Maghrib :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sahaja aku solat sunat Maghrib dua rakaat kerana Allah Ta'ala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Ghairu Muakkad Qabliyyah Isyak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sahaja aku solat sunat sebelum Isyak dua rakaat kerana Allah Ta'ala "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawatib Muakkad Ba’diyyah Sesudah Isyak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahaja aku solat sunat selepas Isyak dua rakaat kerana Allah Ta'ala "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/"&gt;www.ms.wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-8368941075398482081?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/8368941075398482081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sholat-sunat-rawatib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/8368941075398482081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/8368941075398482081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sholat-sunat-rawatib.html' title='Sholat Sunat Rawatib'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-4420888833181574175</id><published>2010-01-31T00:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:37:25.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contoh sholat-sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat sunat awwabin'/><title type='text'>Sholat Sunat Awwabin</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi memelihara keteguhan iman dan menghapuskan dosa, adalah digalakkan melakukan solat sunat Awwabin/Hizful Iman sebanyak 4 rakaat (2 salam) atau 6 rakaat ( 3 salam). Dilakukan sebelum bercakap-cakap selepas fardhu Maghrib. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fadhilat Solat Awwabin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi saw yang bermaksud: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesiapa yang bersembahyang enam rakaat sesudah Maghrib tiada diselang antaranya dengan sesuatu bicara nescaya samalah pahalanya dengan ibadat dua belas tahun&lt;/em&gt;.'Riwayat Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah dan At-Turmuzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendirikan solat, sunat membaca doa berikut ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;em&gt;Selamat datang kepada malaikat yang bertugas malam, selamat datang kepada dua malaikat pencatat yang mulia,  tulislah dalam rekodkau bahawa Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahawa Muhammad itu hambaNya dan UtusanNya, Aku bersaksi bahawa syurga itu benar, neraka itu benar, kalam itu benar, Aku bersaksi bahawa qiamat itu benar dan pasti akan datang, tidak ragu-ragu lagi, Allah akan bangkitkan mayat dari kubur. Ya Allah simpanlah di sisiMu penyaksian ini untuk hari yang aku perlukan padanya.Ya Allah simpanlah dengannya amalanku, ampunlah dengannya dosaku, beratlah dengannya timbanganku, yang baik, dan pastikanlah dengannya pencapaian cita-citaku dan perkenanlah untukku Ya Allah Tuhan Yang Maha Pemurah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Salat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan salat tersebut berdasarkan sabda Rasul  Yang berbunyi, “Siapa yang shalat enam rakaat tanpa disela dengan pembicaraan buruk, ia senilai ibadah selama dua belas tahun.” (HR at-Tirmidzi. Hadis Gharib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Mengerjakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat Sunat Awwabin dikerjakan seperti Solat Sunat yang lain. Niat untuk mengerjakan solat sunat Awwabin adalah&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 62px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S2U9zQ9aTuI/AAAAAAAABBk/jCC7Wf2dBd8/s400/Niat_solat_awwabin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432816476427538146" /&gt;yang bermaksud "Ya Allah! Sesungguhnya Aku menyerahkan imanku kepada peliharaan Mu, maka imanku itu, semasa hidupku, semasa matiku, dan selepas matiku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Berkaitan&lt;br /&gt;Para [[ulama berbeza pendapat mengenai solat ini. Ada yang berpendapat solat awwabin dilakukan antara waktu maghrib dan isya.&lt;br /&gt;Tirmidzi meriwayatkan hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah  bersabda "Barang siapa solat 6 rakaat setelah maghrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama 12 tahun. http://www.livingislam.org&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah  bersabda "Barangsiapa solat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya", Tirmidzi berkata, hadis Abu Harairah "gharib" (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah  bersabda "Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah aghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan". Ibnu Majah dan Ibnu Huzaimah juga meriwayatkan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada juga ulama yang mengatakan solat awwabin adalah nama lain dari solat dhuha.&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah maksudnya :"Kekasihku Rasullullah  telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat sembahyang Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi  : "Salatnya orang-orang awwabin (yang sering bertaubat kepada Allah) adalah ketika anak unta merasa kepanasan" (HR. Muslim : 848)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sabda nabi  : "Tidak ada yang menjaga solat Dhuha kecuali orang awwab (sering bertaubat). Rasulullah  bersabda: "Itu adalah shalatnya orang-orang yang sering bertaubat" (HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya: 1224, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/313 Ath Thabarani dalam Al-Ausath: 4322. Disahihkan Al Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi. Dan dihasankan Al-Albani dalam silsilah Ash-Shahihah no. 707).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://ms.wikipedia.org"&gt;www.ms.wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-4420888833181574175?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/4420888833181574175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sholat-sunat-awwabin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/4420888833181574175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/4420888833181574175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sholat-sunat-awwabin.html' title='Sholat Sunat Awwabin'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S2U9zQ9aTuI/AAAAAAAABBk/jCC7Wf2dBd8/s72-c/Niat_solat_awwabin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-1277753572160715228</id><published>2010-01-31T00:05:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:37:36.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='macam sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tata cara sholat sunat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat sunat rawatib'/><title type='text'>Sholat-Sholat Sunat</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;SOLAT SUNAT AWWABIN&lt;br /&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT RAWATIB&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT HAJAT&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT ISTIKHARAH&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT TAHAJJUD&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT DHUHA&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT TASBIH&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT WITIR&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT ISTISQA'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLAT SUNAT TAUBAT&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.tayibah.com"&gt;www.tayibah.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-1277753572160715228?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/1277753572160715228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sholat-sholat-sunat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/1277753572160715228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/1277753572160715228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sholat-sholat-sunat.html' title='Sholat-Sholat Sunat'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-8080063997172670062</id><published>2010-01-27T17:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:37:49.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menunaikan ibadah haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biaya ibadah haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibadah haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa ibadah haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara ibadah haji'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibadah haji dan'/><title type='text'>Tips Pelaksanaan Ibadah Haji</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S2DwG4Q2fJI/AAAAAAAAA98/JxjWua-tnuU/s1600-h/ibadah-haji.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431605151581764754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S2DwG4Q2fJI/AAAAAAAAA98/JxjWua-tnuU/s200/ibadah-haji.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips Bugar Saat &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/tips-pelaksanaan-ibadah-haji.html"&gt;Ibadah Haji&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;* Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)&lt;br /&gt;* Kurangi kegiatan yang tak perlu&lt;br /&gt;* Istirahat dan tidur cukup&lt;br /&gt;* Makan bergizi dan teratur&lt;br /&gt;* Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips hindari sakit Batuk Saat Ibadah Haji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bawa pakaian hangat&lt;br /&gt;* Gunakan penghangat leher&lt;br /&gt;* Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air&lt;br /&gt;* Jangan minum dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips hindari Influenza Saat Ibadah Haji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Imunisasi&lt;br /&gt;* Jaga kebersihan&lt;br /&gt;* Istirahat cukup&lt;br /&gt;* Makan buah dan sayur&lt;br /&gt;* Pakai masker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tip menahan dingin Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Siapkan pakaian hangat di tas tentengan&lt;br /&gt;* Pakai baju hanoman&lt;br /&gt;* Pakai krim pelembab&lt;br /&gt;* Sering minum&lt;br /&gt;* Banyak makan buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips barang bawaan Saat &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/tips-pelaksanaan-ibadah-haji.html"&gt;Ibadah Haji&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Alas kaki&lt;br /&gt;* Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb&lt;br /&gt;* Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah&lt;br /&gt;* Semprotan air&lt;br /&gt;* Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher&lt;br /&gt;* Masker&lt;br /&gt;* Handuk kecil&lt;br /&gt;* "Topi Joshua"&lt;br /&gt;* Tas ransel&lt;br /&gt;* Peniti&lt;br /&gt;* Alat tulis&lt;br /&gt;* Buku&lt;br /&gt;* Tustel&lt;br /&gt;* Krim pelembab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Membawa Barang Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Barang bawaan maksimal 35 kg&lt;br /&gt;* Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan&lt;br /&gt;* Jangan membawa barang-barang yang terlarang&lt;br /&gt;* Ikat koper dengan rapi&lt;br /&gt;* Tandai koper dengan tanda tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Awas copet Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Daerah sekitar pelataran masjid&lt;br /&gt;* Seputaran Ka'bah dan&lt;br /&gt;* Tempat Tahalul (Marwah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Saat Tawaf Qudum Saat &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/tips-pelaksanaan-ibadah-haji.html"&gt;Ibadah Haji&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Agar tak Tersesat Saat Ibadah Haji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hafalkan lokasi pondokan&lt;br /&gt;* Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan&lt;br /&gt;* Berangkat dengan rombongan&lt;br /&gt;* Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya&lt;br /&gt;* Cari petugas haji&lt;br /&gt;* Bawa tanda pengenal&lt;br /&gt;* Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips masuk masjid agar tak tersesat Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat&lt;br /&gt;* Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya&lt;br /&gt;* Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.&lt;br /&gt;* Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.&lt;br /&gt;* Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.&lt;br /&gt;* Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.&lt;br /&gt;* Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Mencium Hajar Aswad Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat&lt;br /&gt;* Pastikan fisik kuat&lt;br /&gt;* Jangan bawa barang berharga&lt;br /&gt;* Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat&lt;br /&gt;* Jangan gunakan joki&lt;br /&gt;* Tidak lama-lama&lt;br /&gt;* Hindari menyakiti sesama jamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Tawaf dan Sai` Saat Ibadah Haji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan&lt;br /&gt;* Berangkat dalam rombongan&lt;br /&gt;* Makan sebelum berangkat&lt;br /&gt;* Buat kelompok kecil&lt;br /&gt;* Sepakati lokasi pertemuan&lt;br /&gt;* Hindari waktu padat&lt;br /&gt;* Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips Menyimpan Uang Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Tukarkan dengan uang pecahan&lt;br /&gt;* Jangan letakkan uang di satu tempat&lt;br /&gt;* Jangan buka dompet di tempat umum&lt;br /&gt;* Titipkan di safety box jika banyak&lt;br /&gt;* Ke masjid bawa uang secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips di Pondokan Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat&lt;br /&gt;* Jangan naik lift sendiri&lt;br /&gt;* Simpan barang di tempat aman&lt;br /&gt;* Matikan peralatan listrik jika pergi&lt;br /&gt;* Matikan peralatan masak jika pergi&lt;br /&gt;* Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat&lt;br /&gt;* Buat denah pondokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebugaran Saat Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;* Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.&lt;br /&gt;* Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.&lt;br /&gt;* Olahraga ringan setiap pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tip Shalat di Masjid Nabawi Saat Ibadah Haji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gunakan pakaian hangat ketika berangkat&lt;br /&gt;* Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)&lt;br /&gt;* Hindari shalat di pelataran masjid&lt;br /&gt;* Ingat nomor rak sandal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips nyaman beribadah Saat Ibadah Haji&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan tergantung pembimbing&lt;br /&gt;* Mantapkan tata cara berhaji&lt;br /&gt;* Hafalkan doa-doa&lt;br /&gt;* Buat kelompok kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.republika.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-8080063997172670062?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/8080063997172670062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/tips-pelaksanaan-ibadah-haji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/8080063997172670062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/8080063997172670062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/tips-pelaksanaan-ibadah-haji.html' title='Tips Pelaksanaan Ibadah Haji'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S2DwG4Q2fJI/AAAAAAAAA98/JxjWua-tnuU/s72-c/ibadah-haji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-992741307291278775</id><published>2010-01-25T19:13:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:38:26.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum menurut islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dalam islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan islam'/><title type='text'>Sumber Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S15fPIk_tpI/AAAAAAAAA90/7pxav8x-6eM/s1600-h/hukum-islam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S15fPIk_tpI/AAAAAAAAA90/7pxav8x-6eM/s200/hukum-islam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430882914260727442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an sebagai &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/"&gt;kitab suci umat Islam&lt;/a&gt; adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (Saba' QS 34:28). Sebagai &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sumber-hukum-islam.html"&gt;sumber Ajaran Islam&lt;/a&gt; juga disebut sumber pertama atau Asas Pertama Syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/"&gt;upaya memahami isi Al Quran&lt;/a&gt; dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al-Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan.&lt;br /&gt;[sunting] Ijtihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijtihad adalah sebuah usaha untuk menetapkan &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sumber-hukum-islam.html"&gt;hukum Islam&lt;/a&gt; berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis. Ijtihad dilakukan setelah Nabi Muhammad telah wafat sehingga tidak bisa langsung menanyakan pada beliau &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sumber-hukum-islam.html"&gt;tentang suatu hukum&lt;/a&gt; namun hal-hal ibadah tidak bisa diijtihadkan. Beberapa macam ijtihad antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ijma', kesepakatan para ulama&lt;br /&gt;* Qiyas, diumpamakan dengan suatu hal yang mirip dan sudah jelas hukumnya&lt;br /&gt;* Maslahah Mursalah, untuk kemaslahatan umat&lt;br /&gt;* 'Urf, kebiasaan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-992741307291278775?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/992741307291278775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sumber-hukum-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/992741307291278775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/992741307291278775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/sumber-hukum-islam.html' title='Sumber Hukum Islam'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S15fPIk_tpI/AAAAAAAAA90/7pxav8x-6eM/s72-c/hukum-islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2438752579635542326.post-6397292153815094348</id><published>2010-01-25T19:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-17T09:38:36.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariat dalam islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariat hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum syariat islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam di aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariat islam indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariat islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariat'/><title type='text'>Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=dQBzeti0uxk%3D&amp;cid=Jw0%2BaU5zMLg%3D&amp;chan=c3dXTcW3qKQ%3D&amp;type=12&amp;title=3D81EE&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S15dh5nMGII/AAAAAAAAA9s/Ys93-DQ_gB0/s1600-h/syariat-islam-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S15dh5nMGII/AAAAAAAAA9s/Ys93-DQ_gB0/s200/syariat-islam-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430881037637654658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/syariat-islam.html"&gt;Syariat Islam&lt;/a&gt; adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan susunan tertib Syari'at, Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian perkara yang dihadapi &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/syariat-islam.html"&gt;umat Islam&lt;/a&gt; dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Asas Syara'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/syariat-islam.html"&gt;Syari'at Islam&lt;/a&gt; dimana Al Quran itu Asas Pertama Syara' dan Al Hadits itu Asas Kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/syariat-islam.html"&gt;syari'at Islam&lt;/a&gt;, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syari'at yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Furu' Syara'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al Quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebaga Cabang &lt;a href="http://ilmu-fiqih.blogspot.com/"&gt;Syari'at Islam&lt;/a&gt;. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/"&gt;www.id.wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2438752579635542326-6397292153815094348?l=ilmu-fiqih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/feeds/6397292153815094348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/syariat-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/6397292153815094348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2438752579635542326/posts/default/6397292153815094348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmu-fiqih.blogspot.com/2010/01/syariat-islam.html' title='Syariat Islam'/><author><name>Abu Faiz Ahnaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16859622993779413089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rjWcI7YkCpc/S15dh5nMGII/AAAAAAAAA9s/Ys93-DQ_gB0/s72-c/syariat-islam-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
